Festival Ojung dalam Rangkaian Sedekah Desa
Admin 06 September 2017 14:29:04 WIB
Tradisi Ojung ini salah satunya bisa dijumpai di Wonokerto. Konon, tradisi ini dibawa oleh nenek moyang mereka. Biasanya digelar setahun sekali saat kemarau atau ketika perayaan Sedekah desa. Namun, kini acara itu tak hanya digelar saat ritual meminta hujan. Tapi, sering digelar di hajatan warga.
Di Wonokerto, tak hanya para orang tua yang memainkan atraksi ini. Namun juga para pemuda desa. Mereka beradu pukul dengan menggunakan rotan di arena yang telah disiapkan.
Mereka harus menaklukkan lawannya dengan menyabetkan keras-keras ujung rotan ke bagian punggung lawan. Meski harus terluka oleh sabetan rotan, mereka terlihat menikmati permainan Ini. Bahkan tak jarang mereka masih menari-nari menghibur warga.
Tidak ada juri atau wasit dalam permainan itu. Mereka yang paling banyak menggoreskan luka di punggung lawan, dianggap yang paling hebat. Biasanya, dalam tradisi Itu, mereka yang menang mendapatkan hadiah yang diberikan oleh pihak desa atau penyelenggara. Meski demikian, saat bertanding, mereka harus sportif dan imbang. Jika salah satu dari mereka memukul 5 kali, maka lawannya juga harus membalas memukul sebanyak itu juga.
Pak. Sukur Dukun Adat Desa Wonokerto menuturkan, tradisi Itu sudah turun-temurun. Para penduduk tidak merasakan hal Itu sebagai sebuah kekerasan. Melainkan, justru sebuah kebanggaan. Mereka yang berani tampil dianggap sebagai pemberani. “Memang ini kesenian khas di desa ini,"
Dijelaskan, tradisi itu lestari dengan sendirinya. Bahkan, sudah mendarah daging di warga. Setiap kali digelar atraksi Ojung, pesertanya juga lumayan banyak.
Masyarakat sendiri sangat menikmati atraksi setiap kali ada pagelaran Ojung, pasti banyak yang menyaksikannya. Mereka menjadikan ajang itu sebagai hiburan.
Riadi, salah seorang pemain Ojung mengutarakan, dia sangat menikmati permainan itu. Dia mengaku bangga ketika bisa memenangkan pertandingan. Banyak luka di tubuh gara-gara sabetan rotan dia anggap lumrah. "Ini biasa, Mas. Sakit sih iya, tapi nanti juga sembuh," paparnya.
Dia juga menegaskan, permainan itu tidak ada unsur magisnya. Dia juga memastikan tak ada permainan tenaga dalam atau sejenisnya. Hanya saja dibutuhkan keberanian. "Kami fair-fair saja. Gak ada sama sekali unsur magisnya," tutunya.
Dia mengatakan, semakin banyak warga yang menggelar Ojung, dirinya semakin senang. Selain bisa ikut melestarikan tradisi, dia mengaku senang bisa menghibur warga.
Komentar atas Festival Ojung dalam Rangkaian Sedekah Desa
Formulir Penulisan Komentar
Layanan Mandiri
Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.
Masukkan NIK dan PIN!
Komentar Terkini
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Jumlah pengunjung | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
- WOW, INILAH MATA PENCARIAN MAYARAKAT DESA WONOKERTO DALAM MENGHIDUPI KELUARGANYA
- KEGIATAN JUM'AT BERKAH BULAN MUHARRAM: SANTUNAN ANAK YATIM BERSAMA JAMAAH MUSLIMAT DI DESA WONOKERTO
- SENAM BERSAMA DAN JALAN SEHAT DALAM RANGKA PERINGATAN SEDEKAH DESA WONOKERTO
- KRISIS AIR DI DESA WONOKERTO: TANTANGAN DAN UPAYA PENANGGULANGAN
- MENYAMBUT TAHUN AJARAN 2024/2025, PARA PESERTA DIDIK SANGAT ANTUSIAS MENGIKUTI KEGIATAN SENAM PAGI.
- PERTAMA KALI DI WONOKERTO, KEGIATAN PENDAFTARAN LEGALITAS KEPEMILIKAN TANAH DI DESA WONOKERTO
- Fatayat Nu Kec. Gucialit Bersama Pemerintah Desa Wonokerto Berbagi Kebahagiaan Kepada Anak Yatim















